Teman Intim Sekantor

Gue kebetulan kerja di sebuah perusahaan asing di Jakarta sebagai senior manager. Sebagai orang level ke dua di perusahaan, gue cukup di segani, apalagi karena gue orangnya supel dan berprinsip urusan kantor ya urusan kantor, diluar kantor semuanya berubah jadi temen, sehingga ga cowok ga cewek deket sama gue.

Gue sering hang-out keluar bareng mereka, rombongan cewek dan cowok, dan biasanya gue paling royal.. Kita2 sering karaoke dan nongkrong di lounge live music… Dan biasanya pulangnya gue sering bareng satu cewek yang kebetulan rumahnya sejalan sama gue.

Cewek itu panggilannya MEI, anak sukabumi yang lama hidup di Singapore dan masih single. Anaknya tidak cakep tapi juga tidak jelek, keturunan Chinese. Dan seperti kita ketahui, keturunan Chinese punya kulit yang putih mulus, tingginya kurang lebih 158 cm, berat badannya mungkin hanya sekitar 45 kg, tergolong agak kurus memang, tapi sangat proporsional, betisnya kecil, pahanya.. uh… ada bulu-bulu halus….

Awalnya dia ga terlalu gue perhatikan secara fisik, tapi memang orangnya enak diajak ngobrol, kalo nyanyi juga suaranya enak…. Gue bener2 kaga kepikiran macem2 sama dia… Tapi karena sering ngobrol dan curhat ketika dia gue anterin pulang abis hang-out, yang tentunya bisa dipastikan kita berdua minum, lama kelamaan gue jadi kepikiran juga… apalagi dia cerita bahwa ketika di Singapore dia punya pacar dan hidup di apartment bareng, tapi sekarang sudah putus…. Jadi kebayang deh, dia “main” sama pacarnya dulu…. (dasar otak mesum… hihi).

Hari ini kita juga hang-out di karaoke Inul Vista yang di Plaza Semanggi, kami bertujuh, cowok 2 dan cewek 5. Kita buka botol Bacardi Limon yang tidak terlalu keras tapi kalo banyak ya pasti mabok juga… Pesta itu biasa saja tapi MEI kelihatan banyak minum tapi tidak happy seperti biasanya, bahkan cenderung pendiam…. Tapi di pesta itu aku diamkan saja…..

Pas pulang baru aku tanya dan ternyata dia sedang ada masalah di keluarga.. “Di, kalo kamu ga sibuk mau ga temenin aku ngobrol dulu… aku tambah BT kalo dirumah…”

Akhirnya aku arahkan mobilku ke Ancol, ke pinggir pantai… sambil sedikit mulai ngeres pikiranku…. Di Ancol kami cerita2, kadang sengaja aku buat lelucon supaya dia ketawa, walau susah tapi ketawa juga dia… Hingga akhirnya entah kenapa dia menyandarkan kepalanya di dadaku… segera aku melingkarkan tangan merangkulnya…. Aku usap2 rambut dan bahunya… dia diam saja dan bahkan malah lebih merapatkan badannya ke aku… mungkin gara alkohol, kami jadi sensitif begini....

Aku merasa gesekan dadanya di dada dan badan sebelah kiriku…. Lama2 mulai aku mulai gatel, aku dongakkan kepalanya dan aku cium dia di dahinya…. Dia tidak menolak dan bahkan memejamkan matanya… tanpa pikir panjang, aku cium bibirnya… awalnya lidahnya kaku, tapi lama2 dia mulai membalas ciumanku dan mulai mendekap aku dengan erat…..

Tangan kananku memberanikan diri meraba dadanya dan dari balik baju dan BHnya aku merasakan gundukan itu… tidak kecil pikirku…

Kursi mobil mulai aku setel ke posisi tidur dan dia diam saja, bahkan mukanya sedikit layu dengan tatapan mata yang meredup… pasrah.....

Aku kembali mencium dia dengan tangan mulai bergerilya masuk kedalam bajunya… kubelai dadanya yang masih memakai BH…. Mulai aku singkap untuk menemukan pentilnya, aku pelintir perlahan dan dia melenguh panjang….

Dengan tanpa melepaskan ciumanku, aku mulai mempreteli kancingnya satu per satu… tersingkaplah sudah… tanganku mulai ke arah punggung berusaha melepaskan ikatan BHnya… prut.. terlepas sudah.. aku siingkap … alamak… dadanya ternyata cukup lumayan.. 34B.. munjung dengan putting kecoklatan… dengan perlahan aku kulum putingnya… dia tambah melenguh panjang pendek… dan pentilnya makin mencuat tanda dia sudah sangat terangsang….

Dengan tangan kanan meremas dadanya kanannya, mulutku menjilat pentilnya yang kiri, tangan kananku mulai menyingkap blouse bawahannya… putih mulus pahanya.. tanganku meraba pahanya dan makan kedalam makin kedalam… akhirnya kutemukan belahannya yang sudah basah dibalik celana dalamnya….

Tanganku mulai masuk kedalam celana dalamnya…. Dengan tangan dan mulutku yang sibuk dengan urusannya masing… kadang kucium dia beberapa saat dan kembali lagi kukulum pentilnya…

Dibalik celana dalam itu ketemukan bulu jembut yang halus2… dan akhirnya mulai menggapai klitorisnya… Mei tambah merem melek dan menggigau… tanpa kusadari tangannya juga mulai membuka kancing bajuku… dan mulai juga mencoba memasukkan tangannya kedalam celanaku…

Mulai nekad…. sambil lihat keadaan diluar… maklum kami di pinggir pantai Ancol… dan kebetulkan waktu itu keadaan sepi dan ada mobil lain tetapi parkir cukup jauh dari kami… belum lagi kacaku mempergunakan lapisan film 80%.... tambah PD deh… Kubuka baju dan BHnya…

Ku lepas juga blouse sekaligus celana dalamnya…. Dia sudah telanjang bulat di mobilku… badannya mulus sekali dan tidak ada bercak apapun… sungguh indah memang…. Aku pandangi terus menerus, seperti sayang untuk mengedipkan mata….

Aku jadi tersadar ketika tangannya mulai juga membuka baju dan celana panjangku… karena sempit memang agak sudah melepaskan celana panjang dan CDku… aku tawarkan untuk pindah ke jok belakang dan dia menurut saja….
Mei duduk di bangku belakang dengan paha yang terbuka lebar… aku dengan posisi seperti berlutut didepannya… aku belai dulu klitorisnya yang basah….

“Di… ayo dong… aku sudah ga tahannnn….” Dan dengan perlahan mulai kuarahkan kontolku ke lubang vaginanya… uuhhhh…aahhh…. blessssss, kumasukkan perlahan2 dan karena memeknya sudah basah, aku tidak mengalami kesulitan apapun untuk menancapkan kontolku sampai full…..

Sangat terasa kontolku seperti menyentuk sesuatu… aku mainkan… aku senggol2 benda yang menyundul2 ujung kontolku dengan mengeserkan pantatku kekanan dan kekiri perlahan tanpa mengeluar dan memasukkan kontolku… Dia mengoceh kacau…. “Di, ayo dunk… aku tidak kuat nihhhh….. enak buangggeetttt……aduhh… ahh… ”

Mulai aku pompa dia…. Keluar.. Masuk.. Keluar.. Masuk.. dan dia mencengkeram punggungku kuat2.. aku tahu dia mau keluar… mulai aku percepat gerakan keluar masuk kontolku…. Dan…Aaaarhhhhh dia setengah berteriak sambil memelukku kuat2…

Aku tambah merasakan denyut vaginanya… empot..empot..empot… kupercepat gerakanku….. kupercepat lagi… aku mulai merasakan akan sampai….. dan ketika aku akan mencabutnya untuk mengeluarkan spermaku… dia justru memelukku dan berkata perlahan “Aku mandul…..di dalam saja Di…” tanpa berpikir lagi aku percepat lagi …. dan akhirnya….“Mei… akkkkuuu keelllllluuuuuar…….”

Lemas dan bercucuran keringat…. Tapi aku tetap berada di atasnya… beberapa saat kami terdiam dengan keadaan tetap saling peluk…

Akhirnya mulai aku cabut perlahan dan mulai sibuk membersihkan dari sperma dengan tissue….
Selanjutnya kami sibuk sendiri dengan pakaian masing2… dan kembali ke kursi depan…

Dia merebahkan kepalanya di dadaku sambil mulai bercerita, bahwa sebenarnya dia sudah menikah di Singapore dan karena dia mandul, maka suaminya menceraikan dia…. Dan dia kembali ke Indonesia….

Sungguh kasihan Mei… bukankah bisa mengadopsi anak? ….. tapi ya itulah kehidupan….
Tapi dibalik ceritanya itu… aku jadi lega… berarti aku bisa berhubungan dengan dia tanpa takut dia hamil…. Oh alangkah nikmatnya…..

Setelah kejadian itu, kami sering mengulanginya kembali… di Ancol lagi… di motel… dan bahkan pernah di jam istirahat siang di motel…. Hubungan kami tetap berjalan sampai ketika perusahaan tempat kami bekerja itu menutup kantor representatif di Indonesia…. Dia pulang sukabumi dan tinggal di rumah orang tuanya.

Dia melarangku untuk menemui dia di Sukabumi… alasan dia adalah hubungan ini tidak akan berakhir kalo tetap seperti ini terus, dan sepandai pandainya orang menutupi ikan asin, lambat laun akan tercium juga baunya…. Dan sebelum itu terjadi, kami sepakat untuk mengakhiri hubungan ini…..

Sekiannnnn……..


@



0 komentar:

Posting Komentar - Kembali ke Konten

Teman Intim Sekantor